Showing posts with label my daily devotion. Show all posts
Showing posts with label my daily devotion. Show all posts

August 31, 2010

Prisoner Of Hope

I am in the empty room, alone and clueless
It is dark but there still a light at the top of the wall
I wanna climb the wall to seek my freedom
I am desperate to get out from here coz i'm tired

I believe there is a solution behind the wall
The light will save my hope
Every time i climb the wall, i fall
But, i try one more time, one more...

How often i fail to climb the wall
How often i try to climb it again
This make me stronger and my hope refuse to be extinct
That's because my sight is always see the light

How can i see another else beside the light?
Like i said before, i am in the empty room
But then i realize that i am not alone coz there still a light
I am the prisoner of hope

July 15, 2010

Dari Mendengar | Yosua 2:1-24

Renungan hari ini mestinya menyampaikan mengenai bagaimana Tuhan bisa memakai siapa saja untuk menggenapi rencanaNya. Rahab, seorang wanita tidak terhormat, malah dipakai Tuhan untuk menyembunyikan pengintai suruhan Yosua. Padahal tindakannya ini bisa mengakibatkan nyawanya melayang.

Pertanyaannya...Whyyyy? why did she do that?

Alasan Rahab adalah pada ayat 9-11 dimana dia berkata bahwa dia telah mendengar betapa hebat Allah membebaskan bangsa Isarael dari tanah Mesir dan juga bahwa dia percaya bahwa tanah bangsanya akan diserahkan pada bangsa Israel karena Tuhan yang menyertai.

Rahab yang notabene belum mengenal Tuhan pada waktu itu memiliki iman dan percaya hanya karena mendengar. Cool!

Dari rhema hari ini, aku belajar bahwa bukan hanya memperkatakan saja namun juga mendengarkan Firman Tuhan bisa memperkuat imanku. Mau nyoba2 sempetin dengerin kotbah atau lagu-lagu rohani lebih sering. Why? Karena aku merasa hari-hari ini aku rentan banget kena godaan dosa makanya lewat rhema hari ini aku mau lebih sering dengerin dan juga memperkatakan Firman Tuhan supaya imanku tambah kuat, yey!!! :D

July 12, 2010

Dua Cara Pandang | Bilangan 13:1-33 ; 14:1-9

Sebelum masuk ke tanah perjanjian, Kanaan. Tuhan memerintahkan Musa untuk mengutus 12 orang pengintai untuk mengumpulkan data2 sebelum mereka memasuki tanah Kanaan. Setelah melakukan misi itu, mereka kembali dengan dua cara pandang yang berbeda. Sepuluh orang di antara mereka berkata bahwa tanah Kanaan memiliki susu dan madu melimpah tapi dipenuhi oleh orang-orang kuat (bahkan ada raksasa) yang mustahil untuk ditaklukan. Sedangkan sisanya yaitu Yosua dan Kaleb berkata bahwa justru karena mustahil itu Tuhan yang akan menyertai mereka untuk merebut tanah yang telah dijanjikanNya. Selain itu apa yang menunggu mereka kalau mereka melewati kemustahilan itu adalah tanah yang berlimpah-limpah hasilnya. Dua kelompok pengintai ini melihat dengan cara yang berbeda.

Dari sini aku belajar bahwa kita bisa melihat suatu masalah (terutama yang besar) dari dua sisi yang berbeda:
1. Masalahnya terlalu besar dan mustahil untuk dilakukan, lebih baik menyerah saja.
2. Masalahnya mustahil maka oleh karena kita nggak bisa pake kekuatan kita sendiri, kita butuh penyertaan Tuhan. Daaaaaaaan, kalo pake penyertaan Tuhan maka di balik itu ada suatu berkat/ kemuliaan yang tersedia.

Tuhan yang maha segala-galanya dan sempurna. Cara Dia menyelesaikan masalah juga pasti sempurna. Lewat Firman hari ini aku bersyukur saat ini sedang menghadapi kemustahilan dan aku menjalaninya dengan mengandalkan Tuhan. Walaupun saat ini sulit tapi bersama Tuhan satu hari, aku pasti liat Kanaan itu. Rhema hari ini bener2 kuatin aku lagi =)

July 9, 2010

Orientasi Yang Baru | Filipi 3:12-18

Hidup sebelum dan sesudah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dalam hidup kita itu beda banget. Dulu, aku mikir bedanya cuma masuk surga aja. Tapi ternyata bukan itu aja! Hidup setelah menerima karya keselamatan Tuhan Yesus itu bener-bener hidup yang baru!

Cara pandang yang baru, motivasi yang baru, tujuan yang baru bahkan respon yang baru. Semua itu dasarnya adalah kebenaran yang sejati.

Hidup yang baru dalam Yesus adalah hidup yang mengejar, mengharapkan dan memimpi-mimpikan kebenaran sejati. Tuhan Yesus sampai mati segitu menderitanya di kayu salib itu untuk memberikan kita hidup yang seperti itu. Hidup dalam kebenaran.

Aku keinget sama sepenggal lirik satu lagu pujian, "Lupakan yang tlah lalu, berlari pada tujuan..dengan mata memandang Tuhan Yesus..."

Itu yang exactly dilakukan oleh Paulus. Dalam ayat 12-14, dia berkata bahwa dia perlu untuk terus menangkap kebenaran ini dan berlari-lari pada tujuan. Artinya bahwa Paulus terus bertekun dalam kebenaran sejati.

Ada saat dimana Paulus atau kita gagal tapi apa yang dimaksud Firman Tuhan hari ini adalah bagaimana kita terus mengarahkan hidup kita pada kebenaran sejati ini.

Kebenaran sejati = Yesus Kristus Hidup dalam kebenaran sejati = Hidup senantiasa berfokus pada Yesus

June 16, 2010

Mental Seorang Raja | 1 Raja-Raja 3:1-15

Satu kata pas selesai baca pasal perikop ini: keren! Memang beda ya mental seorang Raja. Ketika Tuhan menanyakan apa yang diminta dariNya, Salomo nggak meminta sesuatu yang memuaskan hawa nafsunya tetapi dia meminta sesuatu yang terbaik yaitu hikmat.

"Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian." (ayat 10)

Tuhan kemudian memberikannya. Dari kisah ini aku belajar mengenai alasan Tuhan memberikan apa yang diminta Salomo:
1. Salomo adalah pribadi yang hidup dalam ketetapan Tuhan seperti Daud, ayahnya (ayat 3)
2. Permintaan Salomo tidak berpusat pada dirinya sendiri tapi untuk kepentingan bangsanya (9a)
3. Walaupun seorang Raja, Salomo tetap rendah hati dan bergantung pada pertolongan Tuhan untuk menjalankan fungsinya sebagai Raja Israel (ayat 9b).

Aku mau memiliki mental seorang raja ketika aku meminta sesuatu dari Tuhan. Apa pun itu, aku bisa cek dari tiga poin di atas. Meminta apa yang baik di mata Tuhan =)

"Daddy!!!! I want WISDOM!!!!"

June 14, 2010

Sampai Memutih Rambutku | I Tawarikh 28: 1-10 & 29:20-30

WOAA!! Tadi pagi ngantok banget lol...Piala Dunia ini membuat segalanya menjadi susah (lol again) Mesti ngatur waktu lebih baik sampe 11 Juli ntar :P Iya, aku nggak dong mengenai renungan hari ini karena pas baca matanya kayak mau nutup trus. Thank God, ada temen yang share tentang rhema yang dia dapat dan dari situ aku langsung dapat rhemaku sendiri =)

Hari ini, kita belajar dari kisahnya Daud waktu di akhir hidupnya. Ketika dia menyampaikan wasiatnya Tuhan ke Salomo, putranya, untuk membangun Bait Allah. Daud selalu ingin membangun Bait Allah pada zamannya namun Tuhan memilih Salomo untuk membangunnya karena itu bukan panggilan Daud. Yang menarik adalah responnya Daud akan hal ini. Dia tahu dia nggak dipilih untuk membangun Bait Allah tapi dia tetap melakukan bagiannya (tanpa disuruh) dengan menyiapkan SEGALA SESUATU untuk persiapan pembangunan Bait Allah. Dia melakukan apa yang the best yang dia bisa lakukan karena dia begitu mencintai Tuhan.

Dan di akhir renungan aku baca ketika Daud meninggal ditulis,
"Kemudian matilah ia pada waktu telah putih rambutnya, lanjut umurnya, penuh kekayaan dan kemuliaan, kemudian naik rajalah Salomo, anaknya, menggantikan dia."

Luar biasa! aku bener2 kagum sama Daud...boleh dibilang cara meninggal atau mengakhiri hidup yang kayak gitulah yang menjadi impianku. Cara meninggal seorang yang begitu mencintai Tuhan. Dalam keberhasilan dan kegagalannya, Daud tetap dekat dengan Tuhan seumur hidupnya. Aku membayangkan wajahnya tersenyum waktu akan meninggal =)

"Tuhan Yesus, beberapa hari terakhir aku udah nggak mengutamakan Engkau lagi tapi hari ini aku mau belajar dari Daud yang begitu mencintaiMu seumur hidupnya. Sucikan dan kuduskan hatiku padaMu lagi ya Tuhan supaya hidupku berkenan di mataMu"

June 9, 2010

karakter | Ester 3:1-15

Karakter sebenarnya dari seseorang itu akan terlihat ketika dia berada dalam tekanan dan ketika dia berada di puncak hidupnya. Bagaimana respon yang keluar ketika tekanan atau kesuksesan itu menghampiri? Dalam pasal ini, aku memperhati'in respon dari dua orang yang berbeda yaitu antara Mordekhai dan Haman.

Mordekhai hidup dalam Firman-Firman Tuhan sepanjang hidupnya dan ketika tekanan itu tiba dimana dia harus melanggar Firman Tuhan untuk menaati perintah Haman. Mordekhai memberikan respon bahwa dia tetep teguh taat pada Firman Tuhan.

Lain lagi Haman. Haman baru saja diangkat jadi pejabat tinggi raja dan dia memiliki kuasa untuk melakukan segala sesuatu. Apa yamg terjadi? Haman menjadi gila hormat dan bermaksud memusnahkan bangsa Yahudi untuk kepentingan ego-nya. Dia sampai memanipulasi Raja agar keinginannya tercapai.

Dari sini, aku bisa liat dua respon yang beda ketika seseorang yang hidup dalam nilai-nilai Firman Tuhan dengan yang tidak. Aku pernah baca kalimat ini, "apabila Anda menekan buah jeruk, maka yang keluar adalah air jeruk."

Apabila kita menghidupi nilai2 Firman Tuhan, maka itulah yang akan menjadi karakter asli kita. Sehingga ketika kita dihadapkan pada tekanan atau kesuksesan, maka respon yang keluar ya akan sesuai dengan nilai-nilai Firman Tuhan.

"Tuhan Yesus, aku mau mengenal dan menghidupi nilai-nilai FirmanMu supaya aku memberikan respon yang benar ketika aku berada dalam tekanan maupun ketika aku berada dalam puncak hidupku nanti. Aku mau memiliki karakterMu lewat pengenalan akan Engkau hari demi hari"

June 7, 2010

Mordekhai dan Ester | Ester 2:1-18

Pagi ini pertama kalinya aku baca kitab Ester dan tau tentang gimana awal mula dia jadi Ratu. Pada awalnya aku bingung, apa yang aku pelajari waktu baca kisah Ester ini ya...sampai Tuhan ingetin tentang tabur tuai.

Esther adalah anak angkat dari Mordekhai. Namun, meskipun begitu Mordekhai begitu mengasihi Ester seperti anaknya sendiri. Dari Ester kecil sampa dewasa, Mordekhai telah menabur bukan hanya kasih namun juga didikan. Didikan? Ya..kalau bukan karena didikan Mordekhai, Ester tidak mungkin disukai oleh semua orang oleh karena kepribadiannya. Itulah yang ditabur Mordekhai dan pada akhirnya dia menuai bisa melihat putrinya menjadi seorang Ratu yang bersahaja seperti Ester.

Sama seperti Mordekhai, Ester juga menabur yaitu ketaatannya pada Mordekhai, sejak dia kecil (ayat 20). Dan ketaatan itulah yang membawa dia menjadi seorang Ratu.

Rhema yang aku pelajari hari ini adalah apa pun yang aku lakukan, aku mau lakukan dengan sebaik-baiknya karena itu sama saja dengan aku sedang menabur untuk masa depanku. Tuhan adalah Tuhan yang memperhitungkan apa yang kita tabur selama hidup kita. Aku percaya nggak ada satu pun hal baik yang kita tabur itu menjadi sia-sia.

June 3, 2010

konsep kelemahan | 2 Kor 12:1-10

Nguantoook!!!! Hahaha...bahkan pas aku ngetik ini aku barusan menguap ('O')....Pagi tadi nguantuk banget pas saat teduh, gak tau kenapa. Lucunya pas abis baca dan mau renungin apa yang mau disampein Tuhan hari ini aku sempet "ngilang" alias ketiduran! Gosh..

Hari ini aku blajar tentang konsep dari bermegah dalam kelemahan. Seringkali aku memandang sebuah kelemahan sebagai sesuatu yang negatif. Makanya pas tadi baca frase "bermegah dalam kelemahan" aku sempet bingung. Trus akhire dapet rhema waktu diingetin artikel Inspired Faith yang sempet ku-post kemarin lusa (flaws). Dari situ, aku bisa renungin tentang konsep dari kelemahan.

Setiap kita yang hidup di dalam Tuhan Yesus, tiap hari berperang dengan kelemahan kita. Dan ketika kita jatuh dalam dosa karena kelemahan kita, kita mulai menyesal karena merasa kita udah mengecewakan Tuhan. Biasanya karena mengasihani diri dan merasa nggak layak, kita malah menjauh dari Tuhan. Itu tipuan Iblis! Karena ketika kita menjauh dari Tuhan , kita malah sulit untuk bangkit lagi. Tuhan Yesus udah nebus SEMUA dosa dan kelemahan kita di kayu salib dan itu semua adalah kasih karunia yang kita trima. Makanya waktu ketika kita gagal dalam kelemahan kita, hal yang harus dilakukan adalah langsung berlari padaNya, minta ampun dan kekuatan untuk bangkit lagi. Segala intimidasi dan persaan nggak layak dibuang jauh2 dan nggak usah didenger. Tuhan tetep trima kita ketika kita kembali padaNya, bagaimana pun kita. Mengapa? karena kasihNya ke kita itu sempurna!

Jadi konsep bermegah dalam kelemahan yang aku plajari pagi ini:
1. Kelemahan adalah sebuah kejujuran (honesty) kalau kita ini manusia yang butuh Tuhan.
2. Kelemahan kita membuat kita semakin deket dengan Tuhan karena dengen deket-deket Tuhan, kita bisa memperoleh kekuatan.
3. Dengan kelemahan, kita dapat menerima dan merasakan kasih karunia Tuhan yaitu pengampunan dan kasih tak bersyarat.
4. Kelemahan kita membuat kita sadar kalau kita nggak boleh sombong atau bermegah karena kehebatan kita (termasuk dalam hal rohani/ sombong rohani). Semua karena kasih karunia Tuhan

Paulus ngomong gini di ayat 7, 8 dan9:
"Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku."

Keren ya Tuhan itu =) DIA mengijinkan kita untuk berperang lawan dosa untuk nglatih kita jadi lebih baik tapi waktu kita gagal, DIA tetep kasih kekuatan untuk kita bangkit lagi. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

June 1, 2010

Prajurit, Atlet dan Petani | 2 Tim 2:1-13

Lucu ya, kemaren awal minggu, hari ini awal bulan! Udah di pertengahan tahun 2010!!! Ayat 13 ngomong gini, "jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya." Aku nyadar banget sepanjang 2010 ini ada saat-saat dimana aku nggak setia dan gagal tapi kasih setia Tuhan tetep ada sama aku. God loves us that much!

Karena Tuhan itu setia sama kita, yuk kita mau belajar untuk hidup setia sama Tuhan. Hidup yang setia sama Tuhan itu berarti kita hidup dalam panggilanNya pada hidup kita. Panggilan Tuhan pada setiap orang memang beda-beda tapi sebenarnya konsepnya satu. Yaitu supaya hidup kita bisa mengenalkan Yesus pada orang-orang yang belum mengenal Dia. Sehingga lewat hidup kita, mereka bisa mengenal Yesus, diselamatkan dan hidup bagi Tuhan. Itu Amanat Agung setiap kita, apa pun panggilan (profesi) kita, ujung-ujungnya untuk itu.

Untuk melakukannya atau lebih tepatnya menghidupinya bukan perkara gampang. Panggilan ini bukan berbicara mengenai hari ini atau besok tapi seumur hidup. Dan untuk menghhidupinya, ada harga yang harus dibayar dan itu PASTI nggak nyaman buat ego (kedagingan) kita. Tapi justru disitulah seninya (lol) dan Tuhan juga kasih petunjuk kok lewat ayat hari ini. Kita bisa lihat petunjuknya dari prajurit, atlet (olahragawan) dan petani (Ayat 4-6)

1. Prajurit (ayat 4)
"Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya."
Ayat ini berbicara mengenai nggak egois dan mementingkan diri kita melulu tapi juga menghidupi panggilan yang di atas itu. Nglakuin apa yang berkenan di hadapan Tuhan =)

2. Olahragawan (ayat 5)
"Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga."
Untuk memperoleh mahkota juara, atlet harus melalui proses yang panjang dengan latihan yang sesuai dengan olahraga yang digelutinya. Melakukan panggilan kita memang nggak gampang dan butuh proses. Untuk itulah kita lalui proses itu menurut Firman-FirmanNya (your daily devotion).

3. Petani (ayat 6)
"Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya."
Tuhan nggak pernah berhutang. Kita memang bisa gagal karena kita terbatas, tapi DIA juga mengingat dan memperhitungkan kebaikan dan keberhasilan (hebat kan? dosa kita malah nggak diinget2 kalo kita bertobat). Menikmati hasil usaha itu bebbicara mengenai kepuasan jiwa kita karena kita telah melakukan apa yang berkenan dan telah setia pada Tuhan. Bayangin aja gimana perasaan pettani waktu dia menuai :D

"Tuhan Yesus, makasih Engkau nggak biarin hidupku hampa setelah Kau menyelamatkanku tapi Kau memberi kesempatan dan kehormatan padaku untuk membalas kasih setiaMu. Walau nggak bisa sempurna dan nggak gampang, tapi aku mau melakukan yang terbaik yang aku bisa. Nanti Tuhan yang sempurnakan yah hehehe..."

May 31, 2010

Powerful! | Mazmur 29:1-11

Dalam perikop ini, Daud begitu meninggikan Tuhan. Daud memuji betapa dahsyat dan kuat kekuatan Tuhan. Jiwanya bener-bener menyadari kalau Tuhan yang dimilikinya adalah Tuhan yang kuat. Nggak heran kalo Daud menjadi seorang raja dan pribadi yang kuat karena dia selalu mengandalkan kekuatan Tuhan.

Kadangkala, aku lupa betapa kuatnya Tuhan Yesus yang ada dalam hidupku. Ketika aku lemah dan putus asa (atau mellow-nya kumat) memang aku berseru-seru dan doa ma Tuhan tapi pada waktu itu aku nggak memandang DIA sebagai Allah yang POWERFUL. Aku nggak lihat betapa dahsyatnya kekuatan yang menjaga hidupku ini.

Ketika aku memandang Tuhan sebagai Tuhan yang powerful, maka segala ketakutan dan kekhawatiranku akan terkikis lalu diganti dengan iman. Aku kuat karena Tuhanku kuat. Dalam Mazmur 139 dikatakan betapa dahsyat dan ajaib kejadianku. Ketika aku menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatku, di dalam diriku sudah ada benih Ilahi yang bikin aku kuat.

Hari ini adalah awal minggu dan dengan rhema hari ini, aku siap untuk melaluinya!

May 29, 2010

Dijawab Langsung! | Yeremia 12:1-17 & 9:23-26

Masih dari Yeremia (minggu ini temanya memang Yeremia) tapi masih juga Tuhan nggak habis2nya ngasih rhema-rhema yang bikin aku semakin hari semakin semangat untuk kenal Dia lagi. Pagi tadi aku baca tentang bagaimana Yeremia mengadu atau istilahnya "protes" pada Tuhan dan Tuhan menjawabnya. Mengadu dan "protes" di sini beda lo sama bersungut-sungut yang dibenci Tuhan. Yeremia bisa mengadu atau ngomong tentang APAPUN ke Tuhan karena dia deket sama Tuhan. Istilahnya kayak sepasang sahabat deket yang bisa ngomongin apa aja. Itulah yang namanya bergaul dengan Tuhan. Deep Relationship.

Yeremia protes mengenai mengapa orang yang nggak hidup dalam Tuhan (orang fasik/yang tidak setia pada Tuhan) hidupnya malah makmur dan sentosa. Yeremia merasa semua itu nggak adil bagi orang setia yang tampaknya lebih "susah" hidupnya. Wah, sebenarnya aku juga pernah berpikir sama kayak gitu. Di perikop ini judulnya "Keluhan Yeremia dan Jawab Allah" makanya aku tambah antusias karena aku pasti tau apa jawabannya Tuhan tentang hal ini. Tuhan jawab keluhan Yeremia di ayat 7-17 TAPI aku nggak ngerti sama skali pas baca!! Hahaha...Jawabannya Tuhan tampaknya nggak jawab pertanyaan Yeremia yang itu tapi jawab yang lain. Iya, hari ini aku nggak dapat rhema dari ayat ini.

TAPI

Aku dapet lebih dari itu! dan aku seneng banget! Yang merasa pertanyaanku nggak terjawab kan cuma aku. Yeremia mungkin dapet jawabannya karena Tuhan jawab (ayat7-17) menurut hikmat yang dikasih ke Yeremia dan aku nggak paham. JADI, Tuhan jawab aku menurut hikmat yang dikasih aku, spesial! Waktu aku bingung renungin jawabannya apa, Tuhan langsung ingetin aku kalo sebenarnya aku udah tau jawabannya kemaren!! Dan aku langsung DONG!! "Oiya yah..itu toh jawabannya!!" Seketika itu juga sukacitaku melimpah karena pertanyaanku langsung dijawab Tuhan!! Aku ngalami pengalaman yang luar biasa bersama Tuhan pagi ini =)

Trus...jawabannya apa?

Karna kemarin libur dan aku nggak sempet post sharingku yang kemarin aku jadi'in satu di sini dan kebetulan memang berhubungan.

Kemarin itu renungannya di Yeremia ayat 9:23-26 tentang bermegah dalam Tuhan. Jawaban dari masalah di atas itu ada di ayat 23& 24.

"Beginilah firman TUHAN: Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."


Kemarin waktu renungin ayat2 ini, aku diingatkan tentang semua hal PALING menyenangkan dan membanggakan yang pernah terjadi dalam hidupku. Aku inget pertama kali waktu aku bisa beli sepeda motor CS1 dan Laptop Pavilion impianku pake uang sendiri, rasanya suenenggg dan buanggaaaa karena wes diharap2kan dari waktu yang lama dan akhire kesampaian. Trus, waktu menang juara 2 lomba drama pas SMA kelas 3 - jadi piala pertama dan satu2nya dlm hidupku, lol-, waktu diwisuda sama temen2 FIKOM dan juga yang paling berkesan juga pas Italia juara piala dunia 2006 lalu!! Rasanya waktu itu di awang-awang dan buangga setengah mati (yang kenal aku pasti ngerti ini lol). That are the best feeling in my life so far dan aku bermegah dalam semuanya itu. Tapi cuma waktu itu dan beberapa waktu sesudahnya aja. Aku sadar semua itu hanya sementara karena sekarang ini aku merasa semua itu udah jadi biasa. Perasaan yang begitu luar biasa itu udah ilang skarang.

Dari sini aku blajar kalo segala sesuatu yang berasal dari dunia (kebijaksanaan, kekuatan, dan kekayaan) itu cuma sementara. Dan yang berasal dari Tuhan (kasih setia, keadilan dan kebenaran) itu abadi. Memang benar. Dulu maupun sekarang dan di masa depan, aku masih bisa merasa sukacita ketika aku deket sama Tuhan (walau ada naik turunnya) tapi itu abadi! Beda banget sama perasaan yang sementara di atas.

Tuhan mau ngomong sama aku (juga Yeremia) "kenapa kita bisa merasa nggak adil kalo saat ini kita udah punya sesuatu yang jauh lebih berharga dari yang mereka punya, yaitu DEEP RELATIONSHIP dengan Tuhan." That's priceless and eternal.

I'm so glad and happy, God ^__^

May 27, 2010

Yang Tuhan Mau | Yeremia 7:21-28

Dalam perikop ini, Tuhan tampaknya sangat kecewa sama bangsa Israel waktu itu. Sudah ditolongin, ditunjukkin berbagai mujizat, dipilih jadi umat kesayanganNya, sampai dikasih kesempatan untuk bertobat berkali-kali tapi bangsa Israel waktu itu terus menyedihkan hati Tuhan.

Benar, mereka beribadah dengan membakar korban bakaran pada Tuhan tapi di ayat ini, Tuhan bilang bahwa bukan itu yang DIA mau. Yang DIA mau adalah supaya kita mendengarkan Dia dan meberikan perhatian kita padaNya. DIA mau RELATIONSHIP.

Korban bakaran itu berbicara mengenai ritual/ibadah. Bisa juga dikondisikan sebagai pelayanan dan rutinitas rohani. Aku jadi ingat sama kisah Marta yang sibuk melayani dan Maria yang duduk diam mendengar Tuhan Yesus waktu itu. Tuhan Yesus lebih menghargai apa yang dilakukan oleh Maria daripada Marta.

Mmm..kalau nggak direnungin sungguh-sungguh, kita bisa nangkep kalo gitu kita nggak perlu pelayanan, ibadah atau melakukan rutinitas rohani. Nggak gitu...semua itu baik tapi sekali lagi bukan itu yang Tuhan MAU. Hari ini aku sadar kalau selama ini kita itu udah punya konsep yang terbalik. Kita berusaha begitu rupa untuk melakukan semua yang baik agar kita menyenangkan Tuhan sampai-sampai kita mengorbankan waktu pribadi/ hubungan kita dengan Tuhan. Aku belajar hari ini bahwa karena aku dekat dengan Tuhan (mengutamakan hubungan personal denganNya) secara otomatis APA PUN (ibadah, pelayanan, dll) yang aku lakukan akan menjadi baik karena kasih karuniaNya yang memampukan aku.

Kalo konsepnya kayak gitu, kita nggak akan stress dan tertekan untuk melakukan pekerjaanNya. Kita baik karena Tuhan yang membuat kita baik, bukan karena usaha kita. Hubungan pribadi denganNya yang membuat kita jadi orang baik.

Pada ayat 24, Tuhan seakan2 "komplain" dengan berfirman begini,"Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya." DIA sedih banget karena apa yang DIA mau nggak kesampaian.

Makanya hari ini, yuk kita kasih apa yang DIA mau...kita balik ayat 24 ini yuk,
"Tetapi aku MAU mendengarkan dan MAU memberi perhatian, MAU mengikuti rancangan-rancanganMu dan MAU memperlihatkan mukaku padaMu, ya Tuhan"

Memperlihatkan muka itu berbicara mengenai berbalik padaNya bukan meninggalkanNya. Guys, Tuhan itu kuangen sama kalian. Ayo kita kasih apa yang DIA mau =)

May 26, 2010

Ikat Pinggang | Yeremia 13:1-11

Pagi ini aku renungin tentang pengalaman Yeremia ketika Tuhan memberikan ilustrasi padanya mengenai ikat pinggang. Aku belajar kalau ikat pinggang itu cerminan dari RHEMA yang kita dapat ketika kita merenungkan Firman Tuhan sehari-hari. Atau bisa dikatakan ikat pinggang yang dimaksud itu adalah hasil dari hubungan komunikasi kita dengan Tuhan.

Lho, kok bisa?

1. Sama seperti ikat pinggang yang melekat pada tubuh kita, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kita (setidaknya orang jaman Yeremia dulu). RHEMA/ Firman Tuhan juga semestinya melekat sama hidup kita. Kita menghidupi Firman Tuhan itu sehari-hari.

2. Di ilustrasi, Tuhan ngomong kalau ikat pinggang itu disembunyikan akan jadi lapuk dan nggak ada gunanya. Ikat pinggang yang dipakai itu pasti bisa dilihat orang. Demikian juga dengan RHEMA-RHEMA yang kita dapatkan dari Firman Tuhan. Kita mesti bagikan ke semua orang yang ada supaya mereka juga mendapatkan berkat yang sama dengan kita.

3. Ikat pinggang juga berbicara mengenai fungsi untuk mengetatkan pakaian agar tidak longgar. Hal ini berbicara bahwa setiap Firman Tuhan dan RHEMA yang kita dapatkan adalah suatu kontrol terhadap perilaku ego (keinginan daging) kita supaya kita nggak ngawur. Jadi Firman Tuhan ini jagain kita untuk tetep hidup bener.

Dan akhirnya, ketika Firman Tuhan melekat pada hidup kita sama seperti ikat pinggang yang melekat pada tubuh, ayat 11 berkata bahwa,"...demikianlah firman TUHAN, supaya mereka itu menjadi umat, menjadi ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku..." Menjadi ternama , terpuji dan terhormat di sini bukan di hadapan manusia tapi di hadapan Tuhan.

"Tuhan Yesus, terima kasih atas rhema mengenai ilustrasi ikat pinggang hari ini. Beri aku kekuatan untuk senantiasa melekat pada FirmanMu (dan pake ikat pinggang itu di perutku dan nggak mau kulepas hehehee)"

ps: aku mau praktekin poin yang nomor 2 makanya mulai hari ini daripada aku cuma tulis rhema yang aku dapat di personal note-ku, aku mau bagi di thousand sunny. Dan karena aku pengen bagiin tiap hari jadinya aku nggak sempet terjemahin ke bahasa Inggris (so sorry) moga2 bisa jadi berkat buat kalian, guys =)